Batik Cirebon – Gua Sunyaragi “Icon Pesona Indonesia”

batik cirebonBatik Cirebon – Berkunjung ke Cirebon, obyek wisata sejarah bisa menjadi salah satu pilihan yang dapat dikunjungi oleh wisatawan. Kota wali, begitulah Cirebon dikenal. Selain wisata kulinernya yang unik dan khas, wisata sejarah di kota Cirebon juga tak kalah uniknya. Kang Jeng Sunan Gunungjati mulai mengajarkan agama islam di Cirebon sekita tahun 1470 M. Berawal dari situlah Cirebon menjadi kota yang syarat dengan peninggalan sejarah yang salah satunya adalah Gua Sunyaragi, sebuah bangunan yang berbentuk seperti candi. berdasarkan versi nagari, Gua Sunyaragi didirikan oleh Pangeran Arca Carbon pada tahun 1703 M.

Gua Sunyaragi, disebut juga sebagai Taman Air atau Taman Sari Sunyaragi. Mengapa demikian, pada zaman dahulu komplek gua tersebut dikelilingi oleh danau yang bernama danau jati. Selain itu, karena kontruksi dan komposisi bangunan ini seperti taman air. Gua Sunyaragi berasal dari dua suku kata dalam bahasa sansekerta yaitu sunya dan ragi, “sunya” artinya sunyi dan “ragi” artinya raga.

Yups… berkunjung ke Cirebon memang benar-benar tidak lengkap rasanya jika tidak mampir ke cagar budaya unik Gua Sunyaragi. Sebuah gua yang dibangun sebagai taman tempat para pembesar keraton dan prajurit keraton bertapa untuk meningkatkan ilmu kanuragan. Gua ini, berlokasi di kelurahan Sunyaragi, Kesambi Cirebon. Tempat wisata yang berbalut cerita sejarah, mitos dan misteri itulah yang mampu menciptakan rasa ketertarikan dan keingintahuan bagi para pelancong lokal, turis nasional hingga turis asing.

Batik Cirebon – Keunikan dan nilai estetika dari bangunan Gua Sunyaragi ini terletak pada arsitekturnya yang berbentuk gunungan-gunungan seperti rumah semut yang merupakan hasil perpaduan antara gaya Indonesia klasik (hindu), gaya China (Tiongkok kuno), gaya Timur Tengah (Islam) dan gaya Eropa. Selain itu, mitos yang melekat dari bangunan bersejarah ini yaitu mengenai cerita patung batu perawan. Patung tersebut terletak di lokasi gua peteng, tepatnya depan pintu masuk gua setelah melewati kolam. Mengenai patung batu perawan ini ada yang berpendapat dapat memudahkan jodoh namun ada juga yang berpendapat sebaliknya.

Ajak pemandu wisata

Gua Sunyaragi kini sudah menjadi salah satu objek wisata indonesia yang masuk dalam perbincangan nasional karena keunikan dan keindahannya. Inilah salah satu tempat wisata bersejarah yang sayang jika anda lewat bersama keluarga. Di sini banyak pelajaran sejarah yang sangat bermanfaat untuk menambah wawasan anak anda. Untuk anda yang baru mau merencanakan weekend berkunjung ke taman Gua Sunyaragi ini, ajaklah pemandu wisata untuk mendampingi perjalanan anda agar seluruh bagian wisata sejarah ini dapat menambah pengetahuan. Pemandu wisata siap medampingi penjelajahan menembus lorong-lorong gua yang ada di taman air ini. Selain itu, pemandu wisata jiga akan memaparkan filosofi dan pengetahuan dari setiap bangunan yang ada. Namun minimal wisatawan yang dipandu yaitu 5 orang.

Oups…. setelah anda berkeliling ditaman gua sunyaragi yang memang luasnya sampai 15 hektar ini, pasti rasa lapar  menjadi berorasi diperut anda. Tak jauh dari gua taman sari gua sunyaragi ini ada tempat makan yang kece dan terkesan tradisional yaitu Batik Kitchen di Pusat Grosir Batik Trusmi yang beralamat di jalan syekh datul kahfi weru lor, plered cirebon. (NSR-Alhannaan) ( Batik Cirebon )

Batik Cirebon – Fatin Shidqia Cinta Batik

Batik Cirebon – Dunia fashion perkembangannya semakin menggeliat. Kain tradisional pun ikut menjadi tren busana fashion saat ini yaitu batik.

Kini semakin banyak orang yang menyukai busana bermaterialkan kain tradisional. Termasuk penyanyi muda Fatin Shidqia Lubis. Dia mengaku, termasuk orang penyuka pakai baju batik dan cinta dengan batik.

“Apalagi, di kampus aku ada hari di mana harus pakai batik dan aku suka banget,” ujarnya saat ditemui di Mangga Dua Square Jakarta, Jumat (8/4).

Batik Cirebon – Penyanyi jebolan salah satu ajang pencarian bakat itu mengatakan, busana batik sejatinya tidak hanya mencerminkan gaya formal dan hanya dapat dikenakan oleh orang kantoran.

“Tetapi, bisa juga dipakai sehari-hari kalau bisa mendapatkan desain yang lebih santai, unik, dan lucu,” ucapnya. karna sekarang banyak model dan motif batik yang mengikuti zaman yang biasa disebut ‘kekinian’.

Meski menyukai baju batik, lantas bukan berarti Fatin selalu mengenakan busana bermaterialkan kain tradisional saat ke manapun pergi atau pentas. “Disesuaikan dengan acara dan pertama adalah harus nyaman,” katanya.

Dia menambahkan, biasanya kalau untuk acara event dan ada petinggi atau pejabat pemerintah cari busana yang kalem, glamor, dan elegan.

“Tapi, kalau acara off air dan ngampus lebih santai. Kalau ngampus, paling pakai jeans dan kaos. Seringnya pakai hitam dan pink,” tandas penyanyi berusia 19 tahun itu.( Batik Cirebon )

Sumber: Jawa Pos

Batik Cirebon – Sosok di Balik Terkenalnya Batik Indonesia

batik cirebonBatik Cirebon – Nelson Mandela, Presiden Afrika Selatan pertama yang memperjuangkan budaya indonesia yang hampir punah yaitu batik, hingga Batik sudah diakui oleh UNESCO sebagai budaya indonesia yang mendunia.

Setelah berkunjung ke Tanah Air pada tahun 1990, mantan Presiden Afrika Selatan, Nelson Mandela, selalu mengenakan batik buatan Indonesia dan diperkenalkan berbagai macam motif batik dari beberapa daerah termasuk batik cirebon yaitu batik megamendung.

Batik kemudian menjadi pakaian resmi Mandela. Hal ini membuat batik populer karena rakyat Afrika Selatan berbondong-bondong mengikutinya.

Pengacara kondang Farhat Abbas mengakui peran Mandela sangat besar dalam memperkenalkan batik di mata dunia. “Batik yang digunakan Mandela itu dari Indonesia, Karena Mandela memakai batik, batik kemudian mendunia serta diakui dunia.”

Batik Cirebon – Peran Mandela memang sangat nyata. Semasa hidupnya, Mandela kerap memakai batik saat berkunjung ke negara-negara sahabat. Bahkan bisa dikatakan ia mengenakan batik dalam segala kegiatan. Batik yang dikenakan Mandela pun dinamai Madiba Shirt bagi rakyat Afrika Selatan.

Karena melihat Mandela sering mengenakan batik, rakyat Afrika Selatan pun turut mengenakannya. Batik juga menjadi inspirasi beberapa desainer lokal Afrika Selatan untuk membuat desain batik sehingga sekarang muncul Batik khas Afrika.

Kini, Mandela telah tiada. Kamis malam, 5 Desember 2013, Nelson Mandela mengembuskan napas terakhirnya. “Dunia mungkin kehilangan tokoh dunia. Tapi bagiku, kepergiannya membuat aku kehilangan dunia,” kata Farhat.( Batik Cirebon )

Sumber: Tempo

Batik Cirebon – Mengenal Lebih Dekat Sally Giovani

batik cirebonBatik Cirebon – Sally Giovani seorang pengusaha muda berusia 26 tahun dan owner batik Trusmi khas Cirebon yang sudah menghasilkan omzet milyaran rupiah, Dalam membangun usaha yang dirintisnya tidak lah mudah, berkali – kali gagal tidak menyulutkan tekad wanita cantik yang sudah memulia berbisnis di usia yang sangat belia 17 tahun.

Sally memulai usahanya dengan menjajakan batik-nya bersama sang Suami tercinta Ibnu Riyanto ke pasar – pasar Jakarta, Bandung, Surabaya dan Semarang. Lelah dan letih tidak pernah melunturkan tekadnya, kakinya terus berjalan dan hati-nya tak pernah kendur sedikitpun dalam menggenggam mimpi.

Pengalaman Sally dalam berjuang membesarkan batik Trusmi sangatlah banyak.

“Pengalaman saya dalam berjuang membesarkan batik trusmi sangat banyak. Kita harus mau melakukan sesuatu yang orang lain tidak mau melakukannya. Salah satunya ketika saya harus tidur di musholah, pom bensin dan parkiran tanah abang bersama suami dan anak saya,” ujar Sally owner Batik Trusmi

Saat mengalami kegagalan Sally terus meyakinkan diri untuk tidak menyerah, karena kegagalan adalah suatu bagian dari perjuangan.

“Ketika kita mengalami kegagalan, kita tidak boleh menyerah, harus segera bangkit dan lebih bersemangat karena kegagalan adalah bagian dari perjuangan,” pesannya.

Batik Cirebon – Sally Giovani dapat membuktikan bahwa seorang wanita juga dapat aktif berbisnis seperti yang sudah diteladankan oleh ummul Mukminin RA Khajidah, ia mulai aktif menjalankan usahanya dimulai dari usianya yang masih remaja yaitu 17 tahun.

Saat umur 17 Tahun Sally Giovani menikah dengan Ibnu Riyanto dan menjalani bisnis batik bersama hingga sekarang menjadi toko batik terbesar,terluas,dan terlengkap yaitu Pusat Grosir Batik Trusmi yang ada di Jalan Trusmi Kulon No.148 Plered, Cirebon

Dengan kegigihan, semangat pantang menyerah pada akhirnya bisnisnya terus bertumbuh dan meraih beberapa penghargaan seperti Pemegang Rekor Muri 2013 dan 2014 untuk Kategori “Pemilik Toko Batik Terluas (Pusat Grosir Batik Trusmi) “Indonesian Creativity Award” Untuk Kategori “The Best Design and Quality Product of The Year”, Peraih Certificate Of Achievment TOP 50 LEADER Of The Year 2013 untuk Kategori“Top Quality Product Excellent”.

Peraih Piagam Penghargaan sebagai “Eksekutif Berprestasi Indonesia 2013” oleh Forum Peduli Prestasi Bangsa (FPPB).

Luar biasa sekali Wanita yang dikenal sebagai Muslimah Cantik,Bening,Muda,Miliarder ini berhasil memberikan inspirasi untuk para wanita bahwa memulai usaha itu tidak harus menunggu umur yang pas untuk memulainya.( Batik Cirebon )

Sumber: Muslimahdaily.com

Batik Cirebon – 2000 Pengunjung Batik Trusmi Perhari Saat Weekend

batik cirebon

Batik Cirebon – Panjangnya masa liburan Paskah, membuat wisata belanja yang berada di kawasan Trusmi, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, ramai pengunjung. Mereka berwisata sambil berbelanja batik khas Cirebon yaitu batik trusmi.

“Kalau libur panjang seperti ini pengunjung pusat grosir batik trusmi per hari mencapi 2000 orang lebih,” kata General Manajer Batik Trusmi, Gugun Gumilar, di Cirebon, Sabtu (26/3).

Batik Cirebon – Menurutnya, peningkatan pengunjung juga dikarenakan akses yang semakin mudah untuk dapat ke kawasan itu, yaitu berkat adanya jalan tol.

Dari data kunjungan yang dimiliki, per bulannya sentra batik itu bisa dikunjungi oleh 60.000 orang.

“Kalau pada hari biasa ada sekitar 500 pengunjung, akan tetapi kalau hari libur panjang bisa naik tiga sampai empat kali lipatnya,” ujarnya.

Untuk memanjakan dan memudahkan pengunjung, di kawasan itu juga tersedia restoran berkonsep modern tradisional. Di sana ditawarkan ada beberapa menu khas, seperti empal gentong, nasi jamblang, tahu gejrot. Sedangkan untuk menu modernnya ada beberapa masakan khas Bali seperti bebek goreng bali dan masih banyak yang lain.

“Kami juga membuka Batik Kitchen yaitu kuliner modern dan tradisional untuk memanjakan para pengunjung,” tambahnya.( Batik Cirebon )

Batik Cirebon – Batik Kitchen, Bertema Western dan Tradisional

batik cirebonBatik Cirebon – Batik Kitchen salah satu bisnis usaha baru yang tergabung dalam naungan perusahaan besar di daerah Cirebon, Trusmi Group. pada Jumat (25/03/2016). siap bersaing di bidang bisnis kuliner.

Batik Kitchen yang merupakan salah satu bisnis usaha kuliner ini mengangkat konsep menu makanan bertemakan western dan tradisional.

“ insyallah pada hari ini memang akan dilaunching salah satu bisnis usaha baru, yang bergerak dibidang kuliner. Yang kami beri nama Batik Kitchen, “ Ujar Ibnu Riyanto pada Jumat (25/03/2016).

Batik Cirebon – Batik Kitchen diresmikan pada Pukul 13.30 WIB. Nah bagi anda yang ingin mencoba berbagai menu spesial dari Batik Kitchen yuk langsung datang di Jalan Raya Trusmi Kulon No.148 Plered Cirebon. Khusus bagi anda yang berbelanja di Batik Trusmi senilai Rp. 300 ribu rupiah akan mendapatkan milkshake gratisssss.

Tak hanya itu, anda langsung bertemu owner Bening,Cantik,Muda,Miliarder, penasaran ??? datang sekarang juga ke Batik Kitchen.( Batik Cirebon )

Batik Cirebon – Batik Sampit Makin Diminati Masyarakat

Batik Cirebon – Batik Sampit yang merupakan batik khas Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah semakin diminati masyarakat karena motifnya sangat menarik dan lebih mudah dikreasikan. “Semakin banyak yang menyukai batik Sampit. Ada beberapa motif yang sudah dipatenkan yaitu motif gayung birang, anggrek tewu, ikan jelawat dan karamunting,” kata Renggana Dwi Putra, salah seorang pecinta batik Sampit, Senin (21/3).

Selain dipakai pada hari tertentu oleh pegawai negeri sipil, kini masyarakat umum pun makin menyukai batik Sampit. Dengan motif yang memang menunjukkan ikon daerah seperti anggrek tewu atau anggrek tebu, ikan jelawat dan lainnya, batik Sampit kini terus dikembangkan.

Batik Sampit diluncurkan oleh Bupati H Supian Hadi saat Sampit Expo 2013. Supian bahkan ikut terlibat langsung dalam pengembangan motif batik Sampit dan itu ditunjukkannya melalui kreasi baju-baju batik Sampit yang sering dikenakannya saat menghadiri berbagai acara hingga kini.

Pemerintah daerah juga terus mendukung promosi batik Sampit, salah satunya dengan mendukung eksistensi gerai batik Sampit.

Renggana atau akrab disapa Angga, menilai, batik Sampit juga cocok dan sangat menarik dipadupadankan untuk berbagai keperluan. Seperti saat pemilihan putra dan putri pariwisata Kotawaringin Timur yang saat sedang berlangsung, batik Sampit juga banyak ditampilkan para peserta.

“Untuk acara santai maupun resmi, batik Sampit bisa dikreasikan dan selalu menarik,” ucap Angga yang juga koordinator putra dan putri pariwisata Kotawaringin Timur 2016.

Batik Cirebon – Selain indah dan menarik, motif-motif batik Sampit diketahui juga memiliki makna. Tidak berlebihan jika batik Sampit juga melambangkan kepribadian masyarakat lokal di daerah ini.

Dari sinopsis yang dibuat Sanggar Seni Habaring Hurung Sampit dijelaskan, motif pada batik Sampit adalah hasil penggabungan antara motif gayung birang yang berarti percikan emas yang tercecer dan motif anggrek tewu atau anggrek tebu. Kedua motif tersebut berasal dari alam, terutama anggrek tebu yaitu tumbuhan sejenis pakis yang dapat hidup dan berkembang di hutan tropis khusus.

Jenis anggrek ini tumbuh liar di hutan pedalaman wilayah Utara seperti Kecamatan Antang Kalang dan Kuala Kuayan. Sedangkan percikan emas adalah gambaran emas hasil dari usaha masyarakat hulu di daerah penambangan atau pendulangan emas.

Tanaman ini bisa tumbuh di mana saja pada semua jenis tanah dan anggrek tebu juga bisa berdampingan dengan tanaman apa saja tanpa mengganggu tanaman lain seperti halnya benalu. Setelah tumbuh, anggrek tebu akan besar dan lebih dominan dari tanaman lain di sekitarnya. Setelah berbunga, anggrek ini akan memberikan keindahan terhadap alam di sekitarnya.

Filosofi inilah yang diambil dengan harapan masyarakat Kotawaringin Timur juga bisa terus tumbuh seperti anggrek tebu. Bisa hidup bersama atau berdampingan tanpa mengganggu orang lain dan akan menjadi kabupaten paling maju diantara kabupaten-kabupaten lain di Kalimantan Tengah.( Batik Cirebon )

Batik Cirebon – Hadapi MEA, UMKM Batik Harus Lebih Kreatif

Batik Cirebon – Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) mendorong para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) perajin batik untuk lebih kreatif dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Wakil Ketua APPBI Darwin A Roni menilai antusias para pengunjung mal yang membeli kain batik semakin lama terus meningkat.

“Antusiasnya batik kini sudah menjadi pakaian sehari-hari. Beberapa mal kita juga sudah banyak menyuguhkan batik yang beragam. Hari-hari kerja sudah pakai batik. Sudah umum dipakai formal dan nonformal,” katanya di Depok, Kamis (17/3/2016).

Batik Cirebon – Dia menjelaskan para UMKM perajin batik harus berlomba memproduksi kain berkualitas di era MEA ini. Apalagi batik sudah diakui sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO.

“Batik kita sudah dikenal, kami anjangsana ke Filipina saja pakai batik. Tentu perkembangan produksi batik kami sangat mengapresiasi. Jangan lihat mal eksklusif karena hampir semua mal premium juga memberdayakan UMKM dan banyak pula kami gelar berbagai pameran. Mal jangan dicitrakan biang kemacetan saja,” jelasnya.

Darwin menilai kualitas para perajin batik sudah baik hanya perlu ditingkatkan dalam hal kemasan dan pelayanan. Tak hanya pakaian ataupun kain batik, berbagai aksesori batik yang diproduksi UMKM juga makin beragam.

“Kembali lagi batik kita kualitasnya bagus, tinggal kemasannya. Pelayanan bagus kalau kemasan kurang atau asal–asalan tentu enggak bagus. Bagaimana cara melayani dan packaging-nya itu harus lebih kreatif,” tandasnya.( Batik Cirebon )

Batik Cirebon – Pengusaha Jerman Tertarik dengan Batik Indonesia

Batik Cirebon – Produk Batik Indonesia diminati pengusaha Jerman saat tampil di pameran Bangkok International Fashion Fair & Bangkok International Leather Fair (BIFF & BIL) 2016, yang digelar 9-13 Maret 2016 di Impact Exhibition and Convention Centre, Bangkok, Thailand.

Pengusaha asal Australia dan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) juga meminati produk-produk fashion dan kulit
dari Indonesia.

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Bangkok melalui Atase Perdagangan yang membawa 12 perusahaan dalam ajang bergengsi ini menyatakan, pengusaha Indonesia yang tampil di pameran ini mulai kebanjiran pesanan.

“Hari pertama sangat menggembirakan. Stand Indonesia langsung diserbu calon pembeli dari sejumlah negara, di antaranya dari Australia dan RRT,” kata Atase Perdagangan Indonesia di Bangkok, Rita Tri Mutiawati, Minggu (13/3/2016).

Dijelaskan pada hari pembukaan pameran, Vivi Collection mendapat pesanan dari Thailand, Taiwan, dan Australia untuk produk kulit ular.

Batik Cirebon – Aniaki mendapat pesanan dari Republik Rakyat Tiongkok dan Textile Association India untuk produk kain kaftan. Kemudian Batik Maos Rajasa Mas mendapat pesanan dari Jerman untuk produk batik cap.

“Pada hari pembukaan, Devi Reptile mendapat transaksi untuk tahap awal senilai USD 50 ribu untuk produk tas dari kulit buaya. Dalam waktu dekat, buyer-nya akan mengunjungi Indonesia untuk negosiasi lebih lanjut,” jelasnya.

“Sementara itu, buyer Rusia dan Jepang masih negosiasi harga dengan Vivi Collection,” kata Rita menjelaskan.

Menurut Rita, 12 perusahaan Indonesia yang ikut serta merupakan perusahaan yang memiliki produk fashion maupun kulit dengan kualitas ekspor.

Selain menjadi peserta pameran, Indonesia juga menampilkan peragaan busana dari koleksi Soe Jakarta dan Rani Hatta pada 10-11 Maret 2016.( Batik Cirebon )

Batik Cirebon – Puluhan Perajin Batik Tinggalkan Pekalongan

Batik Cirebon – Tingginya curah hujan dan genangan rob di Pekalongan, Jawa Tengah, menyeret turun produktivitas perajin batik hingga 50 persen. Sebagian perajin memilih untuk memindahkan lokasi usahanya ke daerah lain.

Darsono, 33, salah seorang perajin batik di Desa Tegaldowo, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, mengatakan, dalam kondisi normal ia mengaku mampu memproduksi batik hingga 200 potong/hari. Namun, saat cuaca buruk seperti sekarang, dia hanya mampu memproduksi 100 potong/hari.

“Karena cuaca mendung dan sering turun hujan, makanya saya kesulitan proses pengeringan kain batik,” kata Darsono, Senin (29/2/2016).

Batik Cirebon – Menurutnya, selain kurangnya sinar matahari untuk proses pengeringan, kendala lain yang dihadapinya adalah luapan air laut atau rob yang menggenangi kawasan Tegaldowo dua bulan terakhir.

“Dalam proses pembuatan dan pengeringan, harus ekstra hati-hati karena jika kain basah terkena air rob, kain batik akan rusak,” tambah Darsono.

Khotijah, 50, salah seorang buruh pewarna batik mengaku terpaksa memakai sepatu boot setiap kali bekerja, karena rob masih menggenang setinggi 20 cm.

“Kalau tidak pakai sepatu boot kakinya bisa lecet karena gatal kena air rob,” kata Khotijah.

Perangkat Desa Tegaldowo, Kuntari, mengaku, awalnya di desanya terdapat 30 perajin batik. Namun saat ini hanya 11 perajin yang bertahan. Lainnya pindah ke kota lain di luar Jawa.

“Ke mana saja tidak begitu tahu detail, tapi di antaranya ada yang di Bali. Kalau secara umum, ada ratusan perajin batik di wilayah Kabupaten Pekalongan yang hijrah ke tempat lain,” katanya.( Batik Cirebon )